Mosi Tidak Percaya
Kemarin KPU mengumumkan hasil terakhir pemilu 2009, gwa tidak begitu takjub dengan hasilnya…sudah bisa tertebak dari hasil quick count yang sejak awal dilakukan oleh beberapa media. Tapi yang sedikit menakjubkan adalah jumlah angka pemilih “golput” sebesar 29%, bahkan pemenang secara sah yang diumumkan oleh KPU lebih kecil dari persen pemilih golput. Jadi pertanyaannya adalah siapa sebenarnya pemenang pemilu 2009? mereka para pemilih partai? atau 29% dari mereka yang tidak memilih? Jujur saja gwa tidak golput, karena menurut pemikiran gwa lebih baik memilih untuk tidak memilih partai sampah…lebih baik memberikan pilihan kepada orang-orang ” lebih bijak” yang mungkin bakal “bisa” mengontrol negara ini.
Tidak ada yang tahu, apa yang dipikirkan oleh para pemilih golput ini, entah karena ada yang alasan tidak bisa memilih karena mereka tidak terdaftar, ada yang mungkin bisa memilih tetapi mereka lupa untuk memilih, ada yang memang tidak peduli sama sekali karena percaya bahwa memilih tidak mendatangkan suatu perubahan. Banyak mungkin alasannya…ada yang bisa menambahkan alasannya? Gwa juga sebenarnya tidak peduli-peduli amat dengan hasil pemilu ini. Masih banyak orang lama yang terpilih kembali…berarti dengan paradigma yang sama ketika mereka menjabat dahulu…Akhir kata selamat untuk para non pemilih dan pemilih, kalian sudah memberikan kontribusi pada pemilu 2009 ini…dan pemenang pemilu yang “entah siapa”, semoga itu bisa melambangkan apa yang diinginkan rakyat kita
(Akhir kata gwa petik dari lirik lagu dari Efek Rumah Kaca yang mungkin bisa mewakilkan perasaan gwa saat mengetik tulisan ini)
ini masalah kuasa, alibimu berharga
kalau kami tak percaya, lantas kau mau apa?kamu tak berubah, selalu mencari celah
lalu smakin parah, tak ada jalan tengahpantas kalau kami marah, sebab dipercaya susah
jelas kalau kami resah, sebab argumenmu payahkamu ciderai janji, luka belum terobati
kami tak mau dibeli, kami tak bisa dibelijanjimu pelan pelan akan menelanmu
ini mosi tidak percaya, jangan anggap kami tak berdaya
ini mosi tidak percaya, kami tak mau lagi diperdaya